Video Mesum Oknum Pejabat Nias Barat Viralkan Bagian Dalam “Kewanitaan” Bikin Jijik

by -1,891 views

RADARINDO.co.id-Medan: Sejumlah kalangan mengecam dan menyesalkan beredar video mesum oknum pejabat di kabupaten Nias Barat (Nisbar) mirip salah satu kepala dinas, berinisial B, dengan seorang wanita teman kencanya berinisial T, sempat beredar luas di media sosial. Pelaku penyebar video mesum tersebut dikenakan sanksi pidana sesuai undang undang nomor 44 tahun 2008 tentang pornografi dan undang undang nomor 11 tahun 2008 tentang ITE.
Isi video berdurasi beberapa menit itu, terlihat jelas diduga dilakukan unsur sengaja direkam oleh oknum B dengan menggunakan Hp androit sejak mereka melakukan hubungan suami istri diatas ranjang sampai usai berhubungan intim.
Hingga dalam durasi akhir wanita berparas cantik yang konon bekas tenaga honor, sebagai bawahanya itu, terlihat lemas tidak berdaya.
Hal yang sangat menjijikan lagi, ketika bagian “kewanitaan” tersebut sempat direkam hingga mengangah lebar. T tampak terdiam tanpa mengucapkan kata kata melarang.
Sebelumnya dalam tayangan berdurasi singkat itu, bagian atas tubuh wanita berkulit putih itu ikut direkam.
Termasuk merekam adegan diatas ranjang saat mereka melakukan melakukan hubungan intim. Sehingga suara ranjang itu pun terlihat terdengar jelas.
Beberapa fakta terindikasi kesengajaan yang dilakukan oknum B diduga ingin melakukan azas manfaat kepada wanita teman kencanya. Unsur kesengajaan lain terkesan ingin mempermalukan T yang konon kabarnya sudah diungsikan ke provinsi Riau. Perbuatan tersebut tidak hanya dapat mempermalukan wanita tapi juga telah merendahkan derajat kaum wanita.
Sebelumnya, RADARINDO.co.id GROUP KORAN RADAR yang menerima data dari sumber masyarakat telah melakukan konfirmasi kepada oknum Kadis berinisial B via WA, dan telpon ke HP tidak dibalas. Sayangnya, hingga berita ini dilansir oknum Kadis B belum memberikan keterangan.
Video mesum sangat “menjijikan” mirip salah satu oknum pejabat teras di Kabupaten Nias Barat, kembali beredar di dunia maya. Video mesum berdurasi beberapa menit ini diduga dilakukan oknum Kadis berinisial B dengan bawahanya seorang wanita berparas cantik berinisial T, tenaga honor pada saat ini. Beredarnya video mesum tersebut dapat merendahkan martabat seorang wanita. Tidak selayaknya oknum Kadis sebagai pejabat negara diduga meng-sharekan tontonan menjijikan itu ke medsos. Oknum kadis diduga sengaja mengambil video saat melakukan hubungan suami istri. Celakanya, dalam video yang berdurasi beberapa menit itu, sang pria sengaja memvideokan kemaluan wanita itu hingga jelas dan transfaran.
Artinya, dengan beredarnya video mesum mirip oknum Kadis tersebut telah merendahkan harkat dan martabat wanita. Berdasarkan informasi sumber wanita T telah hijrah ke provinsi Riau karena malu atas video mesum yang beredar tersebut.
“Kami sebagai suku yang beradat sangat malu dengan beredarnya video mesum itu. Kami punya ada dan agama tidak sepantasnya video itu diunggah di medsos,” kata sumber yang tidak mau disebutkan namanya.
Lebihlanjut ia minta kepada wartawan agar mempublikasikan kasus itu dan mendesak Polisi mengusut video karena bertentangan undanf undang pornografi.
“Video itu harus diselidiki dan pemeranya yang mirip oknum kadis harus diperiksa untuk mencocokan gambar dimaksud,” katanya lagi.

Menanggapi hal itu, Ketua Umum, BAISS, Arif Tanjung minta bupati Nias Barat segera membentuk Tim Investigasi atas beredarnya video mesum tersebut. “Telah merusak citra ASN dan adat serta agama. Bupati diminta segera copot kadis berbuat jika memang sudah ada fakta beliau pemeranya” tegas Tanjung.

Masih berkaitan dengn video mesum. Semakin berkembangnya peradaban menjadikan semua akses kehidupan menjadi lebih mudah, terutama di bidang teknologi dan komunikasi. jika dulu orang membutuhkan waktu berhari-hari bahkan berminggu-minggu untuk bisa berkirim surat maka sekarang dengan teknologi yang semakin canggih dengan sekedip mata orang-orang dari belahan dunia manapun bisa terhubung dalam satu waktu, tak bisa dipungkiri pula akibat dari perkembangan teknologi yang semakin maju tersebut berdampak kepada mudahnya mengakses segala informasi yang berhubungan dengan pornografi.

Celakanya mereka yang telah mengakses konten pornografi ini tidak hanya mengakses namun terkadang juga mengshare keberbagai akun media sosial. Akibatnya konten tersebut dapat dinikmati oleh semua kalangan usia. Pemerintah telah mengeluarkan Undang-Undang mengenai para pelaku penyebar konten pornografi di media sosial yaitu “Undang-Undang No. 44 Tahun 2008 tentang pornografi”.

Dalam Pasal 4 ayat (1) UU 44/2008 mengatur larangan perbuatan memproduksi, membuat, memperbanyak, menggandakan, menyebarluaskan, menyiarkan, mengimpor, mengekspor, menawarkan, memperjualbelikan, menyewakan, atau menyediakan pornografi yang secara eksplisit memuat:
a. Persenggamaan, termasuk persenggamaan yang menyimpang.

b. Kekerasan seksual.

c. Masturbasi atau onani.

d. Ketelanjangan atau tampilan yang mengesankan ketelanjangan.

e. Alat kelamin atau

f. Pornografi anak.

Pengaturan tentang hukuman bagi para pelaku penyebar konten pornografi ini juga diatur di dalam Pasal 27 ayat (1) UU ITE mengatur:

“Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan yang melanggar kesusilaan.”

Ancaman pidana terhadap pelanggar diatur dalam Pasal 45 ayat (1) UU ITE, yaitu ancaman pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak 1 (satu) milliar rupiah. (KRO/Mdn/Tim)