Satpolair Tanjungbalai Gagalkan Penyeludupan 9,6 Kg Sabu

Satpolair Tanjungbalai Gagalkan Penyeludupan 9,6 Kg Sabu

RADARINDO.co.id – TANJUNGBALAI : Satuan Polisi Perairan (Satpolair) Polres Tanjungbalai berhasil menggagalkan penyeludupan narkoba jenis sabu dan pil ekstasi asal Malaysia.

Kapolres Tanjungbalai, AKBP Irfan Rifai didampingi Wakapolres, Kompol Edi Bona Sinaga, Kasat Polair, AKP Agung Basyuni, Kasat Narkoba, AKP Adi Haryono dan Kasubag Humaa, Iptu Ahmad Dahlan Panjaitan memaparkan, keberhasilan Satpolair menggagalkan penyelundupan itu berdasarkan insting para personel, Senin (15/7).

Irfan menjelaskan, saat personel Satpolair melaksanakan tugas Patroli rutin di Peraian Tanjungbalai Asahan, tim melihat sebuah kapal nelayan penangkap cumi (pukat cumi) yang tidak dilengkapi alat penerang (lampu) sebagaimana biasanya kapal pukat cumi.

Merasa curiga, tim patroli mengejar dan berhasil memberhentikan kapal tersebut hingga bersandar di sebuah kedai terapung di perairan Sei Apung. Namun, saat dilakukan penyergapan, tiga orang tersangka masing-masing berinsial D, U dan F berhasil lolos (kabur) dengan melompat ke air dan lari kedalam hutan mangrove yang ada di sekitar bibir Pantai Sei Apung, Kabupaten Asahan.

Dari hasil penyergapan itu, personel berhasil mengamankan seorang tersangka berinisial SH. Saat dilakukan penggeledahan terhadap kapal pukat cumi, KM Hati M Jaya ditemukan sebuah goni berisi narkoba yang disimpan didalam piber ikan. “Tim patroli kemudian membawa tersangka SH beserta kapal KM Hati M Jaya dan barang bukti tersebut ke Mako Satpolair guna pemeriksaan lebih lanjut,” terangnya.

Berdasarkan pemeriksaan awal, barang bukti yang disita berupa 9,6 kilogram sabu dan 9.820 butir pil ekstasi. Menurut pengakuan tersangka SH, dirinya hanya sebagai Anak Buah Kapal (ABK) yang diajak tersangka D untuk menjemput barang haram itu di tengah laut perbatasan Indonesia dan Malaysia tepatnya di peraian Sambar. “Mereka (para tersangka) sempat bermalam di tengah laut menunggu kapal membawa barang haram itu dari negara Malaysia,” ujarnya.

Irfan menjelaskan, jika aksi penyelundupan itu berhasil maka tersangka SH (48), warga Jalan Jenaha Kelurahan Pematang Pasir, Kecamatan Teluk Nibung itu akan mendapat upah sebesar Rp10 juta dari tersangka D yang merupakan pemilik kapal dan sekaligus nakhoda serta orang yang diduga sebagai pemesan barang haram tersebut.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka SH dijerat pasal 132 jo pasal 114 Undang-Undang Nomor 35/2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman minimal enam tahun penjara, maksimal seumur hidup atau hukuman mati. (KRO/RD/ans)

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com