Buktikan Pelayanan Buruk Bawahannya, Walikota Nyamar Jadi Orang Cacat Selama 2 Bulan

by -99 views

RADARINDO.co.id : Guna menguji kinerja serta pelayanan pegawai dibawah naungannya, Walikota Meksiko, Carlos Tena, memiliki cara yang unik, yakni dengan menyamar menjadi seorang pria cacat.

Ini dilakukannya, setelah menerima sejumlah komplain dari kaum disabilitas dan warga kurang beruntung lain terkait pelayanan yang mereka terima dari pekerja sosial di Carlos Tena, kota Cuauhtemoc, Meksiko.

Baik pelapor maupun pegawai, tak satupun yang dapat dipercayanya. Itu sebabnya, dia memilih untuk turun dan menyaksikan langsung kinerja pekerja sosial pemerintah. Tena menghabiskan waktu selama 2 bulan untuk melancarkan aksinya sebagai orang cacat.

Seperti warga lainnya, Tena menjumpai pegawai negeri di kantor Walikota maupun Kantor Layanan Sosial, untuk meminta tolong. Dia tampil dengan menggunakan pakaian hangat dan penutup muka. Dia juga menggunakan topi, kaca mata hitam dan penutup telinga, untuk membuat luka palsu agar dirinya tak dikenali.

Carlos Tena datang ke Direktorat Pengembangan Sosial dengan menggunakan kursi roda, menyampaikan bahwa dirinya butuh dampingan. Dia juga meminta makanan gratis, sebagaimana yang tertulis dalam undang-undang terkait warga miskin dan orang cacat. Tapi bukannya mendapat apa yang dibutuhkan, pria itu malah dikucilkan dan ditolak.

Setelah mendapat pengalaman buruk di kantor Direktorat Pengembangan Sosial, Tena lalu mendatangi kantornya sendiri. Ia minta agar diperkenankan bertemu walikota atau sekretaris daerah. Namun dia hanya disuruh menunggu selama 90 menit, karena kedua pejabat tidak di tempat.

Pada situasi itu, Tena akhirnya menyadari bahwa semua komplain yang dia terima benar adanya. Dia memutuskan untuk mengakhiri penyamarannya. Dia berdiri dari kursi roda dan membuka seluruh penutup, sehingga membuat semua bawahannya di sana tercengang.

“Tujuan dari experimen ini untuk menunjukkan pengalaman sebenarnya yang dialami warga setiap hari tentang pelayanan buruk dari pelayan sosial. Aku melakukan ini karena aku tidak tau siapa yang harus ku percayai. Warga, atau pegawaiku,” ucap Walikota Carlos Tena pada wartawan Cuauhtemoc.

Surat kabar Meksiko El Vocero, melaporkan bahwa Tena memang dikenal dengan keberaniannya memperjuangkan persama hak bagi yang kaya maupun miskin.

Bahkan, dia telah menyatakan niatnya untuk menyamar dan melihat bagaimana orang-orang ini diperlakukan oleh pelayan publik di masa lalu, tetapi dia tidak pernah menindaklanjutinya, jadi orang mungkin lupa tentang hal itu. “Kali ini dia tidak mengatakan apapun atau kepada siapapun,” ucap juru bicara Balai Kota.

Tena mengatakan kepada media Meksiko bahwa ia diabaikan dan didiskriminasi, yang membuatnya merasa kecewa pada beberapa pegawai pemerintahan. Dia menambahkan bahwa tidak semua dari mereka (pegawai) menunjukkan sikap yang sama terhadapnya. Sejak itu, dia membuat langkah tegas agar tidak ada lagi kejadian serupa nantinya. (KRO/RD/Trb)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *