Berri Sebut Sanksi Baru AS Serangan Terhadap Parlemen Lebanon

by -4 views

RADARINDO.co.id – BEIRUT : Ketua Parle­men Lebanon, Nabih Berri, mengatakan, Rabu (10/7), sanksi baru AS terhadap Hiz­bullah, termasuk dua anggota Parlemen Lebanon, merupakan se­rangan terhadap negeri itu dan parlemennya.

Kementerian Keuangan AS menja­tuh­kan sanksi atas tiga pejabat senior dari Hizbullah, yang didukung Iran, pada Selasa (9/7) lalu. Amin Sherri dan Mu­hammad Raad, anggota Parlemen Le­banon, serta Wafiq Sada, yang meng­­koordinasikan lembaga keaman­an Lebanon.

Itu menandai untuk pertama kali Ke­menterian Keuangan AS telah membidik seorang anggota Parle­men Le­banon berdasarkan daftar sanksi yang ditujukan pada mereka yang dituduh mendukung orga­nisasi teroris. Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengatakan, sanksi itu adalah bagian dari upaya untuk menangkal “penga­ruh korup” Hizbullah di Lebanon.

Washington mengklasifikasi Hiz­bul­lah, gerakan militer dan politik Syiah yang bersenjata berat dan me­miliki pengaruh kuat di Lebanon, se­bagai organisasi teroris.

“Itu adalah serangan terhadap Parle­men dan akibatnya menjadi serangan terhadap seluruh Liba­non,” kata Berri, sekutu Syiah Hizbullah, di dalam satu per­nyataan. Obligasi luar negeri Libanon, yang didominasi dolar AS, merosot dan biaya jaminan utangnya naik setelah sanksi tersebut.

Sementara itu, kontrak swap (CDS) lima tahun melonjak 17 basis point (bps) dari penutupan Selasa 925 bps, menurut IHS Markit. CDS terakhir diperdagangkan di tingkat itu pada Januari, ketika kekhawatiran mengenai potensi restrukturisasi utang meng­gun­cang penanam modal Lebanon.

“Sanksi ini tidak beralasan dan tidak menguntungkan kestabilan keuangan,” kata Menteri Ke­uangan Ali Has­san Khalil, pem­bantu senior Berri, pada Selasa malam dalam satu wawan­cara televisi. (KRO/RD/ans)