Bupati Sergai Terima Audiensi Pengurus Yayasan Pelestari Kebudayaan Batak

by -5 views

RADARINDO.co.id – SERGAI : Bupati Serdang Bedagai (Sergai), H Soekirman, menerima audiensi pengurus Yayasan Pelestari Kebudayaan Batak, di ruang rapat Bupati komplek kantor Bupati Sergai di Sei Rampah, Kamis (11/7).

Turut hadir, Asisten Pemerintahan Umum Drs Herlan Panggabean, Kadis Poraparbud Sergai Sudarno SSos, Pengurus Yayasan Pelestari Budaya Batak Jim Siahaan (Ketua Dewan Pembina), Manguji Nababan (Wakil Ketua), M Tansiswo Siagian (Sekretaris Umum), serta Darman Rajagukguk (Wakil Sekretaris).

Dalam pertemuan tersebut, Soekirman mengisahkan pengalaman pribadinya mengenai banyaknya pertanyaan dan keheranan mengenai latar belakangnya sebagai suku Jawa, namun malah mengetahui cukup luas budaya Batak, bahkan tergolong fasih berbahasa Batak Toba dan Karo.
Pengetahuan tersebut merupakan hasil dari pengalaman interaksinya dengan banyak orang dari kalangan suku Batak sejak muda. Penghormatannya terhadap budaya Batak juga mempermudah keinginannya untuk mengetahui lebih banyak, ungkap Soekirman.

“Banyak dari aspek budaya Batak yang masih dapat dikupas, nilai-nilai luhur suku Batak yang masih eksis di hadapan modernisme membuktikan jika nilai-nilai tersebut bersifat universal & teruji zaman,” ucap Bupati.

Pada kesempatan itu, Ketua Dewan Pembina Yayasan Pelestari Budaya Batak, Jim Siahaan, sangat mengapresiasi Bupati Soekirman, walaupun dilahirkan sebagai seorang berdarah suku Jawa, namun tidak mengurangi minatnya terhadap budaya lain.

Dikenal peduli dan sangat menghormati budaya Batak, hal ini sangat diapresiasi oleh Yayasan Pelestarian Budaya Batak yang kemudian menganugerahkan penghargaan kepada Bupati Sergai bertepatan dengan pengukuhan Yayasan Pelestarian Budaya Batak yang rencananya akan dilaksanakan pada 21 Juli 2019 mendatang.

Reputasi Bupati Soekirman sebagai sosok yang bukan berdarah Batak tetapi peduli akan budaya batak (ale-ale) inilah yang menjadi perhatian dari Yayasan Pelestari Budaya Batak dan menilai Bupati telah berkontribusi terhadap pelestarian budaya Batak.

Terlebih lagi, mengingat dewasa ini pemikiran materialistik menggerus kepedulian generasi muda khususnya etnis Batak terhadap budaya asal, ungkap Jim Sihaan. (KRO/RD/Azwen Fadley)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *