Wasiat Rasulullah SAW, Ini Do’a Saat Hadapi Kesulitan Hidup

Image: Wasiat Rasulullah SAW, Ini Do’a Saat Hadapi Kesulitan Hidup

RADARINDO.co.id : Setiap manusia tentu pernah mengalami fase sulit dalam hidupnya. Dalam kondisi ini, tentu saja membuat hati terasa sesak akibat kesusahan yang mendera.

Banyak orang yang mengalami kesulitan hidup, mulai faktor kemiskinan, pengangguran, tak punya pasangan, tak punya anak, dan faktor-faktor lainnya. Namun demikian, manusia tidak dibolehkan berhenti berusaha. Sebab, kesulitan akan hilang hanya lewat usaha yang telah ditempuh.

Kesulitan tidak hanya melanda manusia biasa. Rasulullah Muhammad SAW dan keluarganya juga pernah mengalami, termasuk putri kesayangannya, Fatimah.

Ketika Fatimah menghadapi kesulitan hidup, Rasulullah SAW memberikan wasiat berupa doa yang terdapat dalam hadist riwayat Tirmidzi. Berikut do’anya.

Ya hayyu, yaa qayyum, birahmatika astaghitsu, ashlihli syani kullah wa la takilni ila nafsi tharfata ‘ain

Artinya :

“Wahai Zat yang Maha hidup, Wahai Zat yang terus menerus mengurus makhluk-Nya, dengan rahmat-Mu aku meminta pertolongan. Perbaikilah seluruh urusanku dan janganlah Engkau serahkan kepadaku kesusahan meski hanya sekejap mata”.

 

Doa Mohon Kekuatan Atasi Beban Hidup

Setiap manusia terlahir ke dunia dengan beban hidupnya masing-masing. Beratnya beban pada setiap orang berbeda-beda. Kita tidak bisa menganggap beban orang lain lebih ringan. Pasalnya, bisa saja beban orang tersebut jauh lebih berat dari apa yang tampak.

Saat tertimpa musibah, seseorang mungkin merasa terbebani menjalani hidup. Seperti tidak ada lagi harapan untuk bertahan. Tidak sedikit orang berputus asa ketika mendapat musibah. Mereka berpaling dari Allah SWT karena merasa beban yang didapat terlalu berat.

Sebagai Muslim, dalam keadaan demikian tidak ada upaya lain yang bisa dilakukan selain memohon kekuatan kepada Allah. Caranya dengan membaca doa yang merupakan ayat 286 dari Surat Al Baqarah.

 

Rabbanaa laa tuaakhiznaa in nasiina aw akhtha’naa, rabbanaa wa laa tahmil alaina ishran kamaa hamaltahu ‘alal-ladziina min qablinaa, rabbanaa laa tuhammilnaa maa laa thaaqata lanaa bih. Wa’fu ‘annaa waghfir lanaa warhamnaa anta maulanaa fanshurnaa ‘alal-qaumil kaafirin.

 

Artinya :

 

“Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami salah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Maafkanlah kami, ampunilah kami, dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir”. (KRO/RD/Dream)

www.radarindo.co.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com