Viral, 8 Gadis Remaja Aniaya dan Telanjangi Temannya di Tempat Sakral

by -1,367 views

RADARINDO.co.id – KLUNGKUNG : Video kasus penganiayaan gadis remaja di Indonesia, kembali terjadi. Dalam video itu, selain menganiaya korban, pelaku yang diduga gadis remaja sebanyak 8 orang itu, juga menelanjangi korban.

Tindakan penganiayaan yang dilakukan sempat direkam, hingga viral di media sosial. Dalam rekaman video berdurasi 2.36 menit, jelas terlihat kebrutalan sekelompok remaja putri sedang menganiaya seorang remaja putri lainnya.

Kejadian penganiyaan ini bahkan terjadi di lokasi yang disakralkan masyarakat setempat, yakni di kawasan Bukit Buluh, wilayah Desa Gunaksa, Dawan, Klungkung, tepatnya di halaman parkir Pura Bukit Lingga.

Tindakan yang dilakukan remaja putri berusia belasan tahun tersebut sangat brutal. Tidak hanya melakukan tindakan fisik dengan menendang, namun juga melakukan kekerasan verbal dengan berkata-kata kasar dan tidak senonoh kepada korban.

Tidak itu saja, sekelompok remaja putri itu bahkan melakukan tindakan yang mengarah ke pelecehan seksual terhadap korban yang ketika itu hanya seorang diri.

“Saya belum punya KTP, saya tidak akan diapa-apakan,” teriak salah seorang pelaku dalam video tersebut, dan langsung diikuti dengan kekerasan fisik terhadap korban.

Pasca beredarnya video tersebut, Kamis sekitar pukul 22.00 Wita, pihak keluarga dari korban penganiayaan menyambangi Polres Klungkung. Mereka merasa tidak terima dengan kejadian penganiayaan yang menimpa salah seorang anggota keluarga mereka.

“Keluarga korban malam hari langsung membuat laporan, dan ini langsung kami tindak lanjuti,” jelas Kasat Reskrim Polres Klungkung, AKP Mirza Gunawan.

Korban diketahui berinisial Ni Ketut AAP (15), seorang remaja putri yang berasal dari seputaran Kota Semarapura. Sementara pelaku diketahui berjumlah 8 orang yang masih di bawah umur.

Berdasarkan keterangan pelapor, penganiayaan tersebut terjadi pada bulan Januari 2019 lalu. Namun, kasusnya baru dilaporkan karena video penganiayaan baru tersebar luas di media sosial, Kamis (27/6).

Pasca dilaporkan, Satreskrim Polres Klungkung malam itu juga langsung turun melakukan penelusuran terhadap rumah-rumah pelaku. Selain itu, korban juga dilakukan visum di RSUD Klungkung.

“Karena menjadi atensi, malam kemarin juga kami telusuri rumah-rumah pelaku. Kami lalu bawa mereka ke Polres bersama orangtua mereka,” Mirza Gunawan.

Ada 6 remaja putri yang diamankan Polres Klungkung, sedangkan dua orang kabur. Keenamnya mengakui terekam dalam video tersebut, dan ikut melakukan tindakan tidak terpuji terhadap korban.

Keenam remaja putri yang diamankan tersebut yakni, Gusti Ayu NDA (15), Putu V (17), Komang A (15), Gusti Ayu S (18), Putu A (15) dan Kadek KD (17).

Nama terakhir tersebut merupakan remaja putri yang menendang korban di video. Sementara ada dua remaja lainnya yakni Putri (16) dan Komang P (16) masih dalam pengejaran kepolisian.

Sebagian besar dari mereka merupakan siswi SMP di wilayah Dawan.

“Semuanya masih sebagai saksi. Sementara dua terduga pelaku lainnya masih kami lakukan pengejaran. Informasinya ada yang sudah putus sekolah juga,” ungkap Mirza.

Introgasi terhadap remaja putri itu, semuanya mengakui ikut melalukan bullying kepada korban. Namun demikian, semuanya masih menjadi saksi.

Berdasarkan keterangan pelaku, penganiayaan itu bermula ketika korban sempat menyebut salah satu pelaku cabe-cabean, sehingga memunculkan ketersinggungan. Saat kejadian, korban dan para pelaku tidak sengaja bertemu di TKP, sehingga terjadi tindakan kekerasan tersebut.

“Korban dikatakan sempat mengatakan pelaku cabe-cabean, hingga pelaku tersinggung. Tapi hal ini dibantah, korban mengaku tidak ada berkata demikian,” terang Mirza Gunawan.

Mirza Gunawan mengungkapkan bahwa pihaknya terus mendalami kasus kekerasaan yanh dilakukan sekelompok remaja putri tersebut. Berdasarkan analisis video, disepakati ada unsur pidana dalam video tersebut. Karena ada kekerasan fisik, perkataan kasar dan tidak senonoh, hingga pelecehan seksual karena ada upaya akan menelanjangi korbannya.

Kemungkinan akan ada tiga orang yang akan ditindak tegas karena aktif melakukan penganiayaan terhadap korban. “Dari video itu, kemungkinan akan ada tiga tersangka,” jelas Mirza Gunawan.

Sementara karena pelaku masih dibawah umur, kemungkinan akan dijerat dengan Pasal 80 UU 23 tahun 2003 tentang perlindungan anak dengan ancaman kurungan penjara maksimal 3 tahun 6 bulan. (KRO/RD/Trb)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *