Indonesia-Tiongkok Teken MoU Pertukaran Data Ekspor Impor

Indonesia-Tiongkok Teken MoU Pertukaran Data Ekspor Impor

RADARINDO.co.id – JAKARTA : Pemerintah Indonesia dan Tiongkok sepakat meningkatkan fasilitasi ekspor dan impor dengan pertukaran data keterangan asal secara elektronik.

Hal ini ditandai dengan ditandata­nga­ninya nota kesepahaman (MoU) Elec­tronic Origin Data Exchange to Faci­litate Free Trade Agreement Implementation antara pihak yang berwenang mengeluarkan surat keterangan asal (SKA/Certificate of Origin/CoO) dari kedua negara.

“Di era digitalisasi, Kementerian Per­­­dagangan dituntut melakukan terobosan baru dalam mengakomodasi ke­butuhan para pelaku usaha agar dapat bersaing di pasar internasional dan menciptakan pelayanan publik yang cepat, mudah, dan transparan,” kata Di­rektur Jenderal Perdagangan Luar Ne­geri Kementerian Perdagangan Oke Nurwan lewat kete­rangannya diterima di Jakarta, Jum’at (28/6).

Salah satunya dengan mengem­bang­kan e-SKA dan memperkuat kerjasama dengan negara mitra untuk integrasi data asal barang secara elektronik. Penandatanganan dilakukan di sela acara pertemuan sesi dewan Organisasi Pabean Dunia (WCO) ke-133/134 di Brussel, Belgia.

Selain Oke, Indonesia juga diwakili Di­rektur Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan, Heru Pambudi selaku otoritas penerima di Indonesia, dan Kepala Lembaga National Single Window (LNSW) Djadmiko selaku penge­lola portal LNSW. Sedangkan Tiongkok diwakili Wakil Menteri Administrasi Umum Kepabea­nan (GACC) Wang Lingjun.

Menurut Oke, tren peningkatan daya saing dari pasar global dan domestik mengharuskan Indonesia mengadopsi praktik dan standar perdagangan yang lebih inovatif dalam mendorong pelak­sanaan fasilitasi perdagangan.

Pertemuan dan kesepakatan yang di­la­kukan ini sejalan dengan perintah Pre­siden Joko Widodo dalam pelaksanaan program digital melayani (Dilan) untuk meningkatkan perdagangan dan in­ves­tasi Indonesia dan Tiongkok.

Oke menyampaikan, nota kesepaha­m­an tentang pertukaran data SKA ter­sebut ditujukan untuk memfasilitasi ke­lancaran implementasi perjanjian perda­gangan bebas (FTA) dan meningkatkan pemanfaatan penggunaan SKA antara kedua negara.

Selain itu, kerjasama tersebut diha­rapkan dapat mendorong kelancaran per­dagangan bilateral dan memberikan kon­tribusi terhadap pembangunan ekonomi dan perdagangan kedua pihak.

Hal ini juga menjadi sarana kerjasa­ma untuk mengembangkan kemitraan yang erat dan konsisten antara pihak di daerah asal dan pabean serta untuk me­modernisasi teknik perizinan dalam im­plementasi perjanjian perdagangan be­bas.

“Diharapkan MoU ini dapat memper­kuat komitmen kedua negara untuk men­cegah dan melarang praktik penggunaan ilegal atau penipuan asal barang yang menghambat kelancaran implemantasi FTA,” ujar Oke. (KRO/RD/ans)

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com