Pasutri yang Pertontonkan Adegan Ranjang Terancam Penjara 10 Tahun

Image: Pasutri yang Pertontonkan Adegan Ranjang Terancam Penjara 10 Tahun

RADARINDO.co.id – TASIKMALAYA : Pasangan suami istri (pasutri) yang mempertontonkan adegan ranjang kepada enam orang anak-anak berusia belasan tahun di Tasikmalaya, Jawa Barat, terancam hukuman penjara selama 10 tahun.

Sebelumnya, pasutri tersebut menawarkan kepada anak-anak ditempatnya tinggal, dapat melihat secara langsung bagaimana mereka melakukan hubungan intim. Namun, pelaku mensyaratkan anak-anak tersebut harus membayar uang Rp 5.000 dalam bentuk kopi dan rokok.

diungkap polisi.

Setelah menerima persyaratan itu, pasutri tersebut melakukan hubungan seks didalam kamar, dan sengaja membuka jendela kamar dimana mereka melakukan adegan ranjang, agar dapat dilihat secara langsung oleh anak-anak tersebut.

Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya Kota, AKP Dadang Sudiantoro mengatakan, pihaknya telah mengumpulkan keterangan sejumlah saksi dan telah menetapkan keduanya sebagai tersangka.

“Menurut keterangan saksi, keduanya mengajak menonton pada anak-anak saat mereka berhubungan badan, syaratnya iuran membeli kopi dan rokok,” katanya saat ditemui di Mapolresta, Selasa (18/6) lalu.

Saat ini, Polisi masih terus mendalami kasus tersebut. “Berdasarkan keterangan, baru satu kali dilakukan. Kemudian informasi bahwa ada dampak anak balita berusia 3 tahun yang nyaris jadi korban menonton adegan itu, kami masih dalami,” tuturnya.

Ia mengatakan, berdasarkan keterangan para saksi dan olah tempat kejadian, anak-anak melihat hubungan intim pasutri itu melalui jendela yang sengaja dibuka. Sebelum diamankan, keduanya yang berprofesi sebagai buruh tani itu sempat melarikan diri dari kampungnya setelah aksi tak pantasnya terendus warga. Namun, akhirnya pasutri itu datang menyerahkan diri ke kantor polisi, dan kini berada sel tahanan Mapolres Tasikmalaya Kota.

Selama dilakukan pemeriksaan oleh polisi, sang istri berinisal LA yang mengenakan jaket jeans biru, tak henti-hentinya menangis sesenggukan didampingi sang suami ES yang terlihat lesu.

Ketika digiring menuju sel tahanan, keduanya terlihat mogok beberapa kali bahkan saat di depan pintu sel, LA jatuh pingsan dan harus dibopong anggota polisi.

“Saat kelakuan mereka diketahui dan mulai ramai di masyarakat, mereka meninggalkan rumah, tapi seminggu kemudian datang ke Polsek lalu kami amankan,” tuturnya.

Akibat perbuatannya, keduanya akan dikenai sanksi pidana Pasal 36 UU Nomor 44 tahun 2008 tentang Pornografi dan diancam 10 tahun penjara. (KRO/RD/Trb)

www.radarindo.co.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com