Polwan Diduga Terpapar Paham Radikal Dikembalikan ke Maluku Utara

by -58 views

RADARINDO.co.id – SURABAYA : NOS (23), polisi wanita (polwan) diduga terpapar paham radikal yang diamankan kepolisian di Bandara Internasional Juanda, Sidoarjo kemarin, Minggu (26/5), segera dipulangkan ke daerah asalnya, Maluku Utara.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Frans Barung Mangera mengatakan, hal itu dilakukan lantaran yang berwenang memeriksa NOS adalah satuannya sendiri, yakni Polda Maluku Utara.

“Anggota oknum Polwan tersebut bukan wewenang Polda Jatim. Itu wewenang Polda Maluku Utara. Kita hanya memberikan fasilitas ruang di Polda Jatim untuk pemeriksaan,” kata Barung, di Mapolda Jatim, Surabaya, Senin (27/5).

Polda Jatim, kata dia, hanyalah melakukan bantuan penangkapan terhadap NOS. Menurut Barung, hal itu adalah bentuk koordinasi dan kerjasama antar kepolisian daerah.

“Yang ada adalah Polda Maluku Utara meminta kepada kami sebagai bentuk koordinasi antar Polda untuk kemarin amankan satu orang yang mereka menyatakan diamankan dulu,” ujarnya.

Saat ini, kata Barung, Polda Maluku Utara tengah dalam perjalanan untuk menjemput NOS untuk dipulangkan. Sementara, terkait apa penyebab NOS diamankan, yang disebut-sebut lantaran terpapar paham radikal, hal itu kata Barung, juga merupakan wewenang Polda Maluku Utara.

“Polda Maluku akan datang (ke Polda Jatim) untuk mengambil satu anggota oknum polwan tersebut, apakah dia terpapar radikal, ngapain dia kesini, itu wewenang Polda Maluku Utara,” ujar dia.

Sebelumnya, NOS diamankan pihak kepolisian sesampainya di Bandar Udara Internasional Juanda, Sidoarjo, Minggu (26/5) pada pukul 13.44 WIB, kemarin. NOS diketahui melakukan perjalanan menaiki pesawat dengan menggunakan identitas palsu bernama Arfila M Said. (KRO/RD/Cnn)