Kemenperin Usulkan Penurunan Bea Impor Mobil Listrik

Kemenperin Usulkan Penurunan Bea Impor Mobil Listrik

RADAR ONLINE.CO.ID : Kementerian Perindustrian mengusulkan untuk mengurangi bea impor mobil listrik utuh atau Completely Build Up (CBU) guna memperkenalkan ken­daraan rendah emisi ini di Indonesia.

“Pak menteri ingin mengurangi bea masuk untuk jangka waktu tertentu, supaya kendaraan ini bisa ma­suk dan penggunaannya meluas di Indonesia,” kata Direktur Jenderal Industri Logam Mesin Alat Transportasi dan Elektronika Kemenperin, Harjanto di Jakarta, Selasa (29/1).

Dengan demikian, lanjut Harjanto, penggunaan yang meluas yang akan berdampak pada menurunnya konsumsi bahan bakar fosil di Indonesia.

“Kalau sekarang kan 1 liter 15 kilometer, kalau peng­gunaan (hybrid) 1 liter untuk 30 kilometer itukan bagus. Kita bisa memotong penggunaan bahan bakar minyak setengahnya,” ujar Harjanto.

Sementara itu, Ketua I Gabungan Industri Kenda­raan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Jongkie Su­giarto menyampaikan bahwa untuk menciptakan po­pulasi mobil listrik di Indonesia, yang paling penting dilakukan adalah membuat agar harganya terjangkau.

“Bagaimanapun, mobil hybrid, plug in dan mobil listrik itu selalu lebih mahal dari mobil biasa, karena tenaga penggeraknya dua,” ungkap Jongkie.

Sehingga, lanjutnya, untuk dapat membuat agar harga mobil listrik terjangkau adalah dengan merevisi beberapa skema perpajakan.

Menurut Jongkie, kendaraan di Indonesia saat ini menanggung beban pajak hingga 37,5 persen di luar bea masuk, di mana 25 persen masuk ke kas pemeritah pusat dan 12,5 persen untuk pemerintah daerah. (KRO/RD/ANS)

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com